Paradoks : Dihancurkan Supaya Dijadikan Utuh

Ada ruang bawah tanah yang gelap dalam hati setiap orang...kalau diabaikan dan hanya diamati, maka kegelapan itu akan semakin gelap...kamu harus berani turun...menyalakan lampunya...kalau takut sendirian, ada orang yang bisa menggandeng tanganmu - Film "Kill me, Heal me"

Saya baru selesai nonton film Korea judulnya "Kill me, Heal me"...saya bukan lagi mau promosi film..hehehe...tapi seperti biasa, ada hal yang menarik perhatian saya dan pastinya jadi inspirasi buat nulis...Film ini menarik karena menceritakan tentang seseorang yang berkepribadian ganda...film apapun yang berbau-bau psikologi, saya pasti suka :) Walaupun kalau udah jadi drama, akan selalu ada bumbu-bumbu yang ga jarang lebay juga, tapi selalu ada hal yang menarik...hehehe...

Kisah ini menceritakan tentang seorang pria yang punya 6 kepribadian...kepribadian2 lain dalam diri orang tersebut diciptakan dan muncul ketika pribadi sesungguhnya tidak sanggup menghadapi realita yang ada karena terlalu menyakitkan...trauma masa kecil menjadi sebabnya, trauma pada ruang bawah tanah, trauma pada kekerasan yang dilakukan ayahnya...dan hampir selalu bisa dikatakan bahwa orang tua punya andil didalamnya..

Setelah nonton film ini, saya banyak merefleksikan kedalam kehidupan saya sendiri...ada 3 paradoks dalam hidup saya dimana saya terus mempertanyakan ke Tuhan apa maksudnya?
1. Dihancurkan supaya dijadikan utuh
2. Berdukacita sebagai jalan menuju kebahagiaan
3. Kekosongan untuk mengalami kepenuhan sejati

Dari 3 hal diatas, saya baru ngerti dan paham nomor 1...saya ga pernah ngerti sebelum-sebelumnya gimana 2 hal yang bertolak belakang itu bisa saling melengkapi...dan sampai sekarang saya masih bertanya ke Tuhan, gimana bisa dukacita menghasilkan kebahagiaan dan kekosongan dalam jiwa menghasilkan kepenuhan sejati? Saya masih mencari jawabannya dan saya masih terus meminta Tuhan untuk buat saya mengerti apa artinya...

Dihancurkan untuk dijadikan utuh...hmm...saya ga pernah ngerti apa ini artinya sampai saya masuk kampus saya dan dikonseling 1 tahun sama dosen saya...
Kata-kata yang saya kutip diatas itu saya alami...saya rasa bukan hanya untuk orang-orang yang bermasalah berat, bahkan untuk orang normal pun saya melihat bahwa ada banyak luka yang tidak pernah kita sentuh...
Luka dari masa lalu yang ingin kita kubur dalam-dalam...luka dari masa lalu yang kita anggap itu udah masa lalu...luka dari masa lalu yang kita sebagai orang dewasa udah males untuk mengungkit-ungkit lagi...dan ini banyak terjadi pada orang-orang normal...bahkan saya...

Ada ruang bawah tanah yang gelap dalam hati setiap orang...
Ketika saya diminta untuk membuat PR konseling dengan menceritakan pengalaman-pengalaman masa lalu saya mulai dari saya TK, saya mulai mengangkat kembali peristiwa-peristiwa yang ingin saya kubur...
Ada ruang bawah tanah yang gelap yang saya kubur dan coba saya lupakan...tapi ketika itu diangkat naik, rasanya sangat menyakitkan...
Saya punya pengalaman ga enak berhadapan dengan mama saya yang keras...mungkin usia saya saat itu baru umur 6 atau 7 tahun...tapi itu sangat membekas dalam memori saya...saya pernah dikurung dalam kamar mandi yang gelap karena tidak mau makan sayur...sejak saat itu, saya ingat saya selalu takut dengan kegelapan dan sama sekali ga mau makan sayur...
Baru setelah saya kuliah S1, pelan2 saya mulai mencoba berdamai dengan ketakutan saya tersebut...walaupun tidak sepenuhnya berhasil...

Sampai 3 tahun lalu, konselor saya banyak membukakan hal-hal yang selama ini tidak pernah saya sadari...berbagai kejadian masa lalu yang membawa dampak psikologis pada diri saya...berbagai cermin yang terus disodorkan ke muka saya untuk saya bisa melihat dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi...dibukakan oleh konselor saya agar saya dapat melihat polanya...konselor saya membawa saya masuk ke ruang bawah tanah yang gelap...dan itu beneran rasanya nggak enak...sakit sesakit-sakitnya...
Dan disatu titik, saya bener-bener merasa hancur...saya merasa berada di titik terendah saya saat itu...topeng yang selama ini saya pakai untuk tampil didepan orang udah terlepas...dan saya ga tau harus bereaksi seperti apa saat itu selain nangis dan bergumul dengan Tuhan...

Singkat cerita, 1 tahun lebih mungkin saya bener-bener down...merasa saya hancur, ga ngerti harus memperbaiki darimana..
Kembali ke quote diatas...di film tersebut, ada seorang perempuan yang membantu laki-laki ini untuk berani masuk ke dalam ruang bawah tanah yang gelap tersebut...
In my case, saya cuma mau bilang, ga ada yang bisa menemani kita untuk masuk kedalam ruang bawah tanah yang gelap tersebut...iya saya punya konselor, iya saya punya support group...mereka tau saya sedang bergumul...tapi ketika kita masuk kembali ke masa lalu kita, itu hanya pertarungan antara kita dan diri kita sendiri...orang lain ga bisa ada disana...at the end, kita harus berhadapan dengan diri kita sendiri...dan saya mau katakan, ini sama sekali ga mudah...
C.S. Lewis pernah berkata, "Penderitaan tidak selalu disebabkan karena dosa pribadi, tapi penderitaan harus selalu dihadapi secara pribadi"

Kalau ditanya gimana caranya bisa melewati semua proses menyakitkan ini, saya hanya akan menjawab, saya cuma berharap belas kasihan Tuhan aja...saya uda ga bisa ngapa-ngapain selain mohon Tuhan yang kuatkan saya...ada 1 teman yang sedang dikonseling oleh dosen saya juga pernah bertanya "gimana caranya?" dan saya menjawab, "Ga ada caranya...jangan berpikir terlalu banyak...dan cobalah merasakan...rasakan...rasakan sakitnya...rasakan sampai lo hancur sehancur-hancurnya...dan disitulah lo akan pelan-pelan disembuhkan"
Mungkin bagi orang yang terus biasa berpikir, hal ini sulit sekali...sulit sekali untuk merasakan..tapi perasaan sakit itu harus dirasakan, bukan dihindari atau dikubur...seseorang yang sehat akan berani merasakan semua emosi yang ada walaupun itu pahit...dengan begitu, ia kaya akan berbagai emosi yang terjadi dalam hidup...dan itulah orang yang sehat..


Ketika sekarang saya sudah menjadi konselor, saya banyak melihat ruang bawah tanah yang gelap dalam diri klien-klien saya...dan saat saya mengajak bergandengan tangan untuk turun bersama-sama, tidak selalu semua orang siap dan mau...saya menyadari hal tersebut dan paham...memang dibutuhkan kesiapan karena akan melalui proses yang menyakitkan...ada banyak orang memilih untuk hidup dengan topeng, melupakan masa lalu yang menyakitkan dan menjalani hidup sekarang dengan terus tersenyum...saya agak kurang setuju dengan prinsip hidup seperti ini..
Ketika saya membayangkan bagaimana luka itu terus ada dalam diri dan tidak pernah dibereskan, suatu saat akan membusuk dan mungkin menyebar kemana-mana...dan itu terjadi pada keluarga-keluarga, ke anaknya, ke anaknya lagi, anaknya lagi dan seterusnya...

Dihancurkan supaya dijadikan utuh...saya bersyukur Tuhan mengajarkan saya hal yang pertama ini...saya seakan masuk kembali ke diri saya...saya jadi pribadi yag lebih sehat...walaupun prosesnya sangat menyakitkan..
Sangat dibutuhkan keberanian untuk kembali masuk ke masa lalu kita, ke ruang bawah tanah yang gelap, yang ga pernah kita sentuh...dibutuhkan kesiapan untuk melalui proses yang menyakitkan...tapi hasilnya akan setimpal dengan proses yang sudah dilalui :)

Ada ruang bawah tanah yang gelap dalam hati setiap orang...
Ya...dalam diri setiap kita, ada ruang bawah tanah yang gelap...ada luka masa lalu kita...yang tidak mau kita sentuh...yang tidak mau kita buka...yang tidak mau kita tunjukkan kepada siapa-siapa..dan membiarkan itu tetap ada disana...di hati kita yang terdalam...

Kalau diabaikan dan hanya diamati, maka kegelapan itu akan semakin gelap...
Ya...kebanyakan kita hanya tau jika kita punya luka dan melihat dari jauh...kita ga mau mendekat bahkan menyentuhnya...jika dibiarkan, itu akan keluar dalam bentuk yang lain dan jarang bisa kita sadari...entah itu kemarahan, entah itu emosi yang tidak bisa kontrol...entah itu tuntutan...entah itu mengasihani diri sendiri...atau apapun juga...

Kamu harus berani turun...menyalakan lampunya...
Ini adalah proses yang membutuhkan keberanian...kekuatan...hanya 1 langkah yang dibutuhkan...melangkah dengan berani, masuk ke dalam hati yang terdalam dan merasakan sakit...

Kalau takut sendirian, ada orang yang bisa menggandeng tanganmu
Proses ini harus dilalui bersama orang yang bisa mengerti...carilah konselor jika dibutuhkan...carilah orang yang kamu percaya untuk menjalani dan menuntunmu dalam kegelapan...dan ada 1 pribadi lagi yang penting yaitu Yesus...mintalah kepada Dia untuk berjalan bersamamu dalam kegelapan...karena Dia yang akan membuat segala sesuatu menjadi lebih terang menurut waktu-Nya...



"It takes courage to grow up and become who you really are"
E.E. Cummings

0 Responses