My God Written Love Story (part 1 : My Prayer)

My Prayer

Lord,
I pray for a man, that will be a part of my life
A man that really loves YOU more than anything
A man that will put me in the second place of his heart
A man that lives not for himself but for YOU
The most important is
I want a heart that really loves and thirsty of YOU
And have a desire to be like JESUS
And he must know for whom and for what he lives
So his life is not useless
Someone that has a wise heart
Not only a smart brain
A man that not only loves me but also respect me
A man that not only adores me
But can warn me when i am wrong
A man that loves me not because of my beauty but my heart
A man that can be my best friend in every time and situation
A man that make me feel like a woman when i am beside him

I do not ask for a perfect man
But i ask for an imperfact man

A man that needs my support for his strength
A man that needs my prayer for his life
A man that needs my smile to cover his sadness
A man that needs my love so he feels being loved
A man that needs me to make his life beautiful

And i also ask
Make me be a woman that can make him proud
Give me a heart that really LOVES YOU
So i can love him with Your Love
Not love him with my love
Give me Your gentle spirit
So my beauty does not come from my outside but comes from You

Give me Your hands that i always be able to pray for him
Give me Your eyes so i can see many good things in him and not the bad one
Give me Your mouth that is filled with Your words of wisdom and encouragement
So i can support him everyday
Give me Your lips and i will smile at him every morning

And i want that when we finally meet
Both of us can say
How great Thou Art
I know that You want us to met a the right time
And You will make everything beautiful in Your time
Amen

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan diatas adalah tulisan dari salah seorang penulis buku rohani dan blogger terkenal, Grace Suryani. Bagusss yaaa doa diatas, hehehe... :) ini ada dalam salah satu buku yang dia terbitkan "Tuhan masih menulis cerita cinta", dan fyi, buku ini jadi sovenir married dia...kereeeennn :)

Dan buku inilah yang membuat saya ingin menulis, menceritakan My God written my love story :)
Alasan saya simple, kenapa saya ingin menulis ini...karena bagi saya, perjalanan cinta saya kalo dinilai pake raport mungkin angkanya merah semua yaa, failed...hahahahaa >.< dan Tuhan tiba-tiba saja memberikan cerita baru dalam hidup saya dengan kehadiran Mr. E, yang saya ga pernah expect, ga pernah kepikiran, random banget munculnya...dan itu yang lagi-lagi membuat saya amazed sama cara Tuhan...Tuhan ini memang kadang suka bercanda yaaa, hehehe...
Alasan kedua kenapa saya nulis ini dengan judul My God written my love story (1), pake angka 1 pula, karena saya nggak tau dan ga bisa nebak juga Tuhan akan membawa hubungan ini kemana dan pelajaran apa yang bisa saya ambil dari setiap hubungan sama dengan Mr. E..karena saya percaya pasti selalu ada hal yang bisa dipelajari, bisa sampai (5), atau bahkan mungkin sampai (20)? *lebaayy...hahahaha ^^

Aniwei, doa diatas pernah saya doakan 9 tahun lalu, dan Tuhan jawab doa saya 9 tahun kemudian :)
"Enak doonk Tuhan jawab doa lo..", "Enak siih, tapi prosesnya itu loohh, jungkir balik :p"

Berawal dari akhir tahun lalu, disaat untuk kesekian kalinya saya gagal dalam masalah hubungan lawan jenis...Ketika akhir tahun, saya suka mengambil waktu sejenak untuk memikirkan apa yang sudah saya lakukan 1 tahun dalam setiap aspek hidup saya (keluarga, kerjaan, pelayanan, personal, dll) dan apa yang akan saya lakukan 1 tahun kedepan...Saya kadang suka nulis di laptop atau kalau lagi males bukaa laptop, saya punya semacam sketch book untuk tulis-tulis...dan untuk masalah pasangan hidup, saya coret2 di sketch book saya 1 kata : PASRAH.
Hahahaha...serius...segitunya...segitunya sampai saya bilang ke Tuhan, "Terserah Tuhan aja deh kali ini...aku pasrah Tuhan...aku ngikut aja Tuhan mau ngapain dalam hidupku"
Dan ternyata saya ga tau kalau Tuhan bakal jawab doa saya dalam tahun ini..

Bagi banyak orang, pacaran lalu menikah itu adalah satu hal yang tampaknya wajar dan menjadi siklus hidup. Lahir, sekolah, lulus, kuliah, kerja, married, punya anak..eeh, pacarannya lupa yaa di selipin di urutan itu...hahahaha...yaah, selipin sendiri lah yaaa dibagian mana ;p
Yaah, aniwei, saya selalu berpikir kok orang-orang gampang banget menjalani siklus itu yaa, tapi ga berlaku buat saya...saya sampai mungkin berpikir : kayaknya lebih gampang nyari universitas buat saya S3 daripada menemukan cowo yang bisa diajak serius kedepan...
Yaaah, karena berulang kali saya gagal, dikecewakan, bertepuk sebelah tangan, tidak diperjuangkan karena masalah ras..
Rasanya seperti perjalanan menyakitkan tiada henti sampai saya akhirnya perlahan mulai menutup pintu hati saya...

"Tapi Nda...akhirnya kan kamu bertemu Mr. E tahun ini?"
Thanks God...dan itulah yang ingin saya bagikan :)
Ada beberapa momen penting sebelum akhirnya saya memutuskan untuk maju melangkah dengan Mr. E. Tanpa adanya momen-momen ini, nggak mungkin saya bisa maju melangkah.

1. Lahir baru

Saya ingat sekali momen dimana saya terima Tuhan sebagai Juruselaamt itu kelas 1 SMP. Waktu itu ada acara di gereja, acara Jumat Agung. Pembicara kali itu membahas tentang Tuhan Yesus yang sudah mau mati untuk saya dan bagaimana kasih Tuhan itu senantiasa nyata dalam hidup.
Sebagai seorang remaja yang baru saja pindah ke kota Jakarta yang asing bagi saya, saya cukup senang bisa berada dalam komunitas remaja di gereja saat itu. Dan momen calling di akhir acara membuat saya akhirnya menerima Tuhan secara pribadi saat itu. Dengan berdoa dalam hati, doa seorang anak remaja, "Tuhan, saya mau ikut Tuhan". Saya tidak tau kalau doa itu akan mengubah hidup saya. Walaupun saat itu mungkin banyak hal yang tidak saya pahami, doktrin-doktrin, ajaran, dan sebagainya, tapi saya merasa Tuhan sudah menangkap saya.

2. Bersahabat dengan Tuhan

Setelah saya terima Tuhan sebagai Juruselamat, saya suka ngobrol sama Tuhan. Random banget, di mobil, pas saya jalan kaki mau ke sekolah, pulang sekolah, lagi mandi, dimanapun...saya suka ngobrol sama Tuhan curhat nggak penting...hahahaa..curhatan anak remaja.. "Tuhan, hari ini aku seneng banget deh bisa pergi sama temen-temen", " Tuhan, liat deeh orang itu...kesian banget yaa pagi-pagi uda jualan, masa dia ga sekolah Tuhan", "Tuhan..aku suntuk di rumah, kenapa rasanya terus mengulang hal yang sama ya".
Dan masa-masa remaja saya, saya suka sekali ke gereja. Selain dapet temen-temen rohani yang membangun, saya bisa lebih kenal Tuhan juga di masa remaja saya. Saya juga bisa melayani dari remaja.
Masalah percintaan? Sudah pastiiii sebagai anak remaja suka-sukaan sama cowo, tapi yaaah...endingnya selalu gagal...mungkin Tuhan tau saya belum siap, tapi ego saya sebagai manusia membuat saya seringkali bilang, "Tuhan, saya mau yang iniii...kenapa gagal??" "Tuhan...bukan diaaa??" dan berujung dengan air mata...hahahaa... ^^

Dan ketika itu pula lah Tuhan banyak berbicara kepada saya secara pribadi (ini pernah saya tulis di notes FB tahun 2010 kalau nggak salah) : "Ketika kita meminta cinta, Tuhan justru memberikan kepada kita orang-orang yang butuh dicintai"...
Saat itu memang saya sedang bergumul mendoakan seseorang, dan saya tau sih jawaban Tuhan "nggak", tapi saya masih nggak terima kenapa nggak...dan tiba-tiba setelah saya berdoa seperti itu dan Tuhan jawab nggak, Tuhan jawab doa saya dengan 3 momen : saya diminta untuk jadi pembimbing kelompok kecil remaja, tiba-tiba di perjalanan pulang dari camp remaja ada seorang remaja curhat masalah pribadi, dan beberapa hari pula, anak remaja msg di FB dan menceritakan masalah dia setelah membaca tulisan saya...
Tuhan pelan-pelan sedang mengajari apa itu cinta, "To love is to give". Dan Tuhan sendiri sudah lebih dulu memberikan contoh dengan memberikan AnakNya ke dunia.
To love is to give...
Mencintai itu berarti memberi...memberi sesuatu yang berharga bagi dirimu...memberi waktumu...tenaga...pikiran...termasuk memberi dirimu diproses..
Dan pada akhirnya saya kembali belajar, siapa Pribadi yang harusnya menjadi cinta sejati saya..setelah banyak air mata bercucuran ;p

3. Janji dengan Tuhan

Setelah berkali-kali melewati perasaan sakit hati yang melelahkan, saya banyak membaca buku bagus tentang relationship :
I kissed dating goodbye (Joshua Harris)
Boy meets girl (Joshua Harris)
Tuhan masih menulis cerita cinta (Grace Suryani)
When God writes your love story (Eric & Leslie Ludy)
Passion and purity (Elisabeth Elliot)

Masih ada lagi sepertinya, tapi nampaknya saya harus cek lemari buku saya di rumah..hahaha..lupaa..
Tapi, setelah membaca buku-buku tersebut, saya makin terbuka matanya akan yang namanya sebuah hubungan lawan jenis..walaupun pada prakteknya ga mudah...saya banyak belajar dari saya membaca buku...suatu kali, saya pernah membaca disalah satu buku tersebut atau dari blog seseorang, bahwa dia membaut perjanjian dengan Tuhan dalam masa single-nya...saya lupa bunyinya, tapi saya ingat sampai ada kolom untuk tanda tangan segala...hahahaa...

Saya lupa tahun berapa ya, mungkin 2010, saya bikin janji sama Tuhan, noo...noo..saya ga bikin janji tertulis dan pake kolom tanda tangan, tapi saya berdoa....begini doa saya waktu itu : "Tuhan...jangan kasih saya cowo sebelum saya selesai baca seluruh Alkitab ya"
Saya berdoa seperti itu ke Tuhan...daaaaaan ternyata guuuuyyyys...Tuhan ga pernah main-main dengan doa kita...hahahahaa...Tuhan beneran ga ngasih saya cowo sebelum saya selesai baca seluruh Alkitab..!! *gubraak...hahaha... :)

Di masa-masa itu, saya bener-bener fokus berelasi yang benar dengan Tuhan dan belajar dari Alkitab...ngabisin baca Alkitab itu ternyata ga semudah itu yaaa...hahaha..saya pikir, karena saya suka baca, akan lebih mudah gitu yaa baca Alkitab...tapi sampai kitab Imamat, Tawarikh, saya stuck lamaaaaa bangeett karena bosan...hahaha >.< tapi akhirnya selesai juga baca 1 Alkitab setelah 3-4 tahun? hahaaha >.< Lama abis...

Well...ditengah-tengah saya membangun relasi dengan Tuhan, saya ga bisa memungkiri bahwa perasaan kesepian, baper, pengen ini itu, kadang muncul dan saya tawar menawar dengan Tuhan...tapi tetep Tuhan ga kasih :p *anak yang badung, namanya juga usahaaa yaa kaannn, siapa tau Tuhan kasih...hahahaa.. ;p
Tapi saya ga menyesal sih bikin janji itu sama Tuhan...karena ketika sekarang saya melihat ke belakang, saya sadar betapa diri saya perlu dipersiapkan dan diproses sedemikian rupa sampai akhirnya saya siap..diproses untuk mengenal siapa Tuhan, siapa saya...sehingga akhirnya saya juga bisa melihat orang lain dengan cara yang benar...

4. Konseling

Kenapa ini jadi penting? Mungkin buat sebagian orang, apaan tuh konseling...emang lo segitu bermasalahnya ya?
Well...saya percaya ga ada satu orang pun yang luput dari masalah sih..
In my case, saya bersyukur banget bisa dibentuk dan diproses lewat konseling...saya juga sudah pernah tulis di blog sebelumnya gimana konseling itu menolong saya untuk menemukan diri saya sendiri dengan berbagai kecenderungan yang ada...
Saya sadar akan berbagai kecenderungan diri saya sendiri...yang mungkin akan bahaya jika saya mulai berelasi dengan orang lain, seperti bagaimana saya harus belajar menundukkan diri..hahaha...saya dominan sodara-sodara ;p
Sampai ada teman saya, ketika Mr. E PDKT dan saya cerita, dia bilang seperti ini, "Ujung-ujungnya, kalau lu mau serius, lu mesti nunduk sama dia...coba dipikirin ke arah situ...bisa ga lu nunduk n respect dia walaupun lu tau keputusan dia kurang tepat / sangat tidak tepat"
Saya menanggapi, "Iyaa, gw juga sadar akan hal ini, kecenderungan gw kan dominan yaa..hahaha.."
Dan teman saya menjawab, "Iya bangeeeettt ;D"

Hahahaha...dia kenal saya sejak umur 12 tahun :D dan kata-kata dia memang benar...karena dia sudah married dan punya 2 anak, dia banyak memberikan masukan sebelum saya akhirnya melangkah maju...bersyukur saya punya banyak saringan di sekeliling saya yang takut akan Tuhan dan wise, sehingga saya pun banyak bergumul dan berpikir sampai bisa memutuskan untuk menerima Mr. E.
Dan konseling membantu saya melihat diri saya lebih clear...


So guys, kalau kalian masih sendiri saat ini, perdalamlah hubungan pribadi kalian dengan Tuhan. Tanpa hubungan pribadi yang dalam dengan Tuhan, kita akan sulit sekali untuk belajar mencintai seseorang. Kita akan mudah untuk kecewa, marah, memiliki kepahitan dalam hubungam.
Tapi bukan berarti masalah akan selesai yaaa kalau sudah memiliki hubungan dengan Tuhan...nooo.... Saya pun dengan Mr. E pernah kecewa satu sama lain, tapi at least, ketika kita punya dasar yang benar, pondasi yang benar dan solid, kita tau kita harusnya memandang kepada Siapa...sehingga masalah selalu bisa dikomunikasikan dan diselesaikan...
Jadi, selama masih single, bangunlah pondasimu di dalam Tuhan sekuat-kuatnya, bangun rumahmu dengan pondasi itu, karena itu yang akan menentukan akan menjadi seperti apa kehidupanmu nantinya :)
Kalau baper terus ga dapet-dapet gimana? Yaaahh...dari pengalaman saya, jawabannya sih klise yaa, "Teruslah berharap dalam Tuhan"...saya ga punya jawaban lain...saya cuma tau dan pernah menjalani itu...tapi percayalah, Tuhan tau yang terbaik buat kita :) waktu Dia, bukan waktu kita...

Next di part 2 saya akan ceritakan gimana pertama kali ketemu Mr. E, dimana saya sempat menganggap angin lalu dan tidak tertarik, hehee...gimana saya mengungkapkan kekhawatiran, ketakutan saya didalam doa sejak hari pertama ketemu...sampai akhirnya saya memutuskan untuk menerima dia :)


(To be continued...)

0 Responses