Untitled

Ibarat pejalan, aku sudah berjalan terlalu jauh
Ibarat pelari, aku sudah berlari sekuat tenaga
Terjatuh, bangun, terjatuh, dan bangun lagi
Tikungan-tikungan patah menjadi saksi
Kerikil-kerikil serta batu menjadi sebuah tanda
Masalah demi masalah hinggap silih berganti
Relasi yang hancur, kututup semua pintu agar aku tidak tersakiti lagi
Aku berdiri tegak dan tegar, hidup terlalu sayang untuk ditangisi
Topeng...drama...
Mereka tau aku sangat menderita
Tuhan tau aku sangat menderita
Mereka menyayangiku, Tuhan menyayangiku
Aku membayar penderitaanku dengan tangisan
Aku marah. Aku brutal. Aku dingin. Aku lelah
Lalu datang masa mengigil itu
Dingin yang membekap erat tulang punggungku
Memenjarakan tubuh yang fana, diam, tak bergeming, sepi, hening
Hanya ada dingin dan hampa, malam menjadi saksi
Aku benci mengapa aku dibiarkan menempuh perjalanan sunyi ini seorang diri
Jiwa ini menjerit kesepian
Aku ingin duduk tenang di sebuah kursi, sambil menunggu terbitnya matahari
Aku ingin tertawa lepas menikmati hidup bersama
Aku ingin membakar masa laluku
Aku tidak ingin hidup sebagai orang lain, aku hanya ingin hidup layaknya seorang manusia normal
Aku tetap ingin kadang bersedih, tapi aku juga ingin sesekali bahagia
Aku ingin mereka menyadari bahwa aku hanya seorang yang banyak membaca, suka belajar dan iseng menulis sesuatu, dan sialnya banyak orang beranggapan aku begitu serius dan hebat
Mereka tertipu oleh sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak yakin
Aku ingin kursimu yang tenang itu. Kalau kamu mau, tukarlah dengan kursi yang sedang kududuki
Aku tidak ingin cinta yang sejati. Tapi, biarkan aku mencicipi cinta yang bukan sesaat
Biarkan aku berjuang dan bertahan disana. Biarkan aku tersiksa untuk terus belajar setia
Aku rela tenggelam disana, sebagaimana segelintir orang yang beruntung mendapatkannya
Sesungguhnya, aku hanya ingin kebahagiaan yang sederhana, sesederhana membangunkan seseorang dari tidurnya di pagi hari



NOTE : tulisan diatas adalah campuran pikiran liar, perasaan liar dan tulisan dari seorang penulis novel yaitu Puthut EA

1 Response
  1. Anonim Says:

    sangat liar.....