Christmas : What is the true meaning for you?

Natal bukan sekedar Perayaan
Natal adalah sebuah Pemaknaan
Jadi, masalahnya bukanlah bagaimana kita merayakan Natal, tapi bagaimana kita memaknai Natal

Sudah sejak 4 tahun yang lalu, saya mencoba untuk mencari makna personal natal bagi saya ketika saya memasuki bulan Desember. Seperti yang pernah saya tulis di blog sebelum-sebelumnya, saya pernah membahas tentang sukacita natal, pernah juga membahas tentang rendah hati (yang memang pada tahun-tahun lalu itu saya bergumul akan makna tersebut ketika momen natal). Tahun ini, saya agak berpikir keras untuk menemukan apa makna natal secara personal bagi saya, karena sejujurnya sejak awal Desember saya terus "bergerak" alias sibuk banyak kegiatan..hahaha..walaupun ada beberapa saat waktu kosong, tapi tetap saya tidak bisa menemukan "makna" itu bagi saya pribadi..dan walaupun beberapa kali mengikuti perayaan natal dari awal bulan, mendengarkan khotbah, tapi tetap ada yang missing...belum bisa bikin saya bilang, "this is it!"

Beruntunglah hari ini saya sakit (sakit dibilang beruntung..hahaha ^.^)
Tapi ketika saya sakit, saya bisa punya banyak waktu buat men-digest berbagai macam hal..punya waktu buat mikir, buat ngobrol sama Tuhan, termasuk punya waktu buat nulis ini..hehehe :)
Karena sejujurnya saya bosan tidur terus dan ga ngapa-ngapain, jadi ditengah tumpukan tissue disamping saya dan hidung yang mampet, saya mau membagikan hasil perenungan saya tahun ini tentang makna Natal bagi saya..

Setiap hari adalah Natal, setiap hati adalah palungan


Setiap hari adalah Natal. . .
Saya suka bertanya iseng pada diri sendiri tentang berbagai macam hal..salah satunya adalah ini, "kenapa Natal harus bulan Desember? Kenapa ga dibulan Juli? Maret? September?" hahaha..saya ga tau sih jawabannya kenapa...kalau ada yang bisa jawab, silakan kasih tau saya yaaa :) 
Aniweiii, terlepas pada bulannya, memang lebih penting untuk melihat sebenarnya apa Natal itu..peristiwa apa itu...kalau jawaban anak sekolah minggu, mungkin mereka akan menjawab, "Natal ya kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia..kita ulang tahun aja dirayain, masa Tuhan nggak?" hahaha..
Mungkin jawaban teologisnya adalah, "Kristus lahir kedalam dunia, untuk menyelamatkan manusia".
Pernahkah kita berpikir seberapa butuhnya kita akan Tuhan? Pernahkah kita berpikir pentingnya Tuhan dalam hidup kita? Pernahkah kita ditengah dunia yang terus bergerak ini berpikir kalau Tuhan nggak turun ke dunia jadi manusia gimana?

Hari minggu kemarin, saya nonton film yang lagi booming dan mendapat rating bagus "Star Wars : The Last Jedi"..btw, saya bukan penggemar Star Wars...dan nggak ngikutin juga dari awal..hehehe...cuma seperti biasa saya mencoba belajar dari sebuah film...and this movie connects with many who long for a new hope and a force of good at a time when the world needs heroes..
Dulu...sebelum Yesus lahir, orang-orang mungkin menantikan sosok pahlawan yang bisa membebaskan mereka dari perbudakan Romawi..kondisi tertekan akibat perang dan penjajahan saat itu benar-benar dirasakan sehingga mereka sangat mengharapkan janji akan datangnya Raja, Mesias itu...
Jaman now, kita nggak lagi ada dibawah kondisi perang, bahkan bisa dibilang cenderung aman dan nyaman..dan makin lama, mungkin kita sudah kehilangan makna Natal ini...more than a hero, Jesus came as our Savior.

Kenapa saya mencoba untuk memikirkan setiap hari adalah Natal? Bukankah terlepas dari bulan Desember, memang sudah seharusnya kita berpikir dan merenungkan setiap hari tentang apa yang Tuhan perbuat bagi hidup kita? Bukankah ditengah peliknya masalah dalam hidup, berbagai perasaan yang muncul akibat persoalan sehari-hari, kita berpikir bahwa HARAPAN itu ada karena Tuhan udah datang ke dunia dan mati buat kita? 

Pepatah mengatakan, "The first step to wisdom is silence". Dengan ketenangan pikiran, kita dapat melihat kehidupan yang sungguh-sungguh mekar di tengah arus konsumerisme. Dengan ketenangan pikiran, kita dapat melihat kehidupan yang sungguh-sungguh bahagia di tengah arus hedonisme. 
Cahaya itu, menerangi kita untuk melakukan re-seeing, melihat kembali Sang Pencipta, diri kita, sesama dan seluruh ciptaan-Nya.
Setiap hari adalah Natal...dimana kita butuh ambil waktu untuk mengingat kasihNya, mengingat untuk apa Tuhan datang, mengingat bahwa ada harapan dalam diri Tuhan, mengingat keselamatan yang sudah Tuhan kasih...bukan hanya di bulan Desember, tapi setiap hari...


Setiap hati adalah palungan. . . 
Minggu lalu ketika saya sedang mengajar piano salah satu murid yang baru berusia 5 tahun, saya suka memberikan apresiasi ketika dia bermain benar...biasanya saya akan kasih stiker..tapi karena saya kemarin lupa bawa buku stiker saya, jadilah saya bilang ke dia, "Good job! I will draw a five star for you"..lalu saya menggambar 5 bintang di buku dia tanda bahwa dia bermain bagus..ketika pindah lagu dan dia berhasil memainkannya, dia tau saya akan menggambar lagi, tiba-tiba anak ini bilang, "Can i draw God?"..saya saat itu agak meragukan apa yang saya dengar, "What? God?"..dan anak kecil ini bilang, "Yes, God"..lalu dia mulai menggambar Tuhan dengan celotehannya, "God is a boy right? This is God..and He's holy...how to write down the holy?", saya yang mendengar celotehannya mendadak senyum-senyum sendiri dan membantu dia spelling Holy...lalu dia melanjutkan gambar anak umur 5 tahun itu, "And God came to the world, now He's a baby in a manger..how to write a manger?"..saya jadi tertarik saat itu untuk membahas Tuhan turun jadi bayi ke anak umur 5 tahun ini...hahaha..it's always amazing gimana cara Tuhan bahkan ditengah-tengah les piano, bisa cerita tentang Tuhan :)

Bicara masalah hati...saya mencoba memikirkan 2 hal, kacamata kita memandang hati kita sendiri dan bagaimana kita memandang hati orang lain...btw, ini bukan lagi mau bahas cinta-cintaan yaaa..karena itu akan ada saatnya sendiri saya nulis tentang itu...hahaha...
Aniweii, back to topic...
Ketika saya mencoba memikirkan masalah palungan ini, temen-temen juga pasti sudah tau yaa bahwa palungan adalah tempat yang kotor, tidak steril dan tempat untuk meletakkan makanan binatang...tempat yang tidak layak untuk menaruh seorang bayi disana...saya sering mendengar bahwa Kristus lahir dalam setiap hati manusia...hati manusia yang seperti palungan, kotor, hina, penuh dosa, tapi toh Kristus mau tinggal didalam setiap hati kita...
Hati kita yang mungkin selalu penuh diisi dengan berbagai kepentingan diri sendiri, yang mungkin juga seringkali menduakan hati Tuhan dengan kita lebih mementingkan hal lainnya seperti karir, barang-barang berharga, jabatan, pacar, materi..tapi toh Tuhan tetap ada dihati kita, menunggu dengan setia bahkan tinggal dalam hati kita...sadarkah betapa kotornya hati kita? 
Ketika bicara masalah hadiah terbaik bagi Tuhan, mungkin bukan persembahan kita, bukan juga barang mewah atau uang dalam jumlah yang besar, bukan juga dengan perayaan natal yang meriah menyambut kedatangan Tuhan sibuk mempersiapkan ini itu, tapi hadiah terbaik yang bisa kita kasih ke Tuhan adalah WAKTU kita...Tuhan yang udah lahir di hati kita yang kotor ini, lebih pengen punya waktu yang intim yang kita sediakan hanya untuk kita dan Dia...

Setiap hati adalah palungan...begitu juga harusnya kita memandang hati orang lain...they need Christ...they need God's promises...that God gets us...that God saves us..
Beberapa bulan terakhir ini, saya menangani beberapa klien yang cukup membuat menguras energi dan mental..bukan karena kasus yang sulit, tetapi lebih karena saya sedih mendengar kisah mereka dan mencoba menempatkan diri saya di posisi mereka...terkadang ketika mendengarkan mereka bercerita, saya hanya berpikir dalam hati, "Tuhan tolong saya, apa yang harus saya katakan kepada mereka". Karena disatu sisi, kadang saya clueless...
Dan saya diingatkan kembali lewat percakapan saya dengan pacar saya ketika saya mencoba menceritakan salah satu kasus...dia cuma bilang hal yang simple, "Mm..mungkin salah satu caranya kamu bisa coba ajak dia buat berdoa, bergumul sama Tuhan"
Nah, ini...mungkin selama ini saya lupa kalau bukan hanya saya yang butuh Tuhan buat bisa berkata-kata, tapi klien-klien saya juga butuh Tuhan...
Hati mereka mungkin juga penuh dengan beban berat...dan momen natal ini, saya diingatkan kembali akan hal ini...bagaimana saya seharusnya melihat hati setiap orang yang berada di sekeliling saya sebagai palungan...dimana saya dan mereka butuh Tuhan...

Saya jadi ingat salah satu lagu karangan teman saya, judulnya The Gift of Love...liriknya sangat bagus :

Dalam perjalanan kehidupan
Begitu banyak tantangan menghalang
Memaksaku tuk meninggalkan Tuhan dan juga menyangkal iman
Tak kan kuikuti cara dunia
Pada Allah ku kan tetap setia
Karena Dia memberi hadiah mulia
Hidupku telah diubahNya

Dan meskipun pasti tak kan mudah kehidupan yang harus ditempuh
Tapi Dia mampukanku tuk tetap taat karena

Saat Kristus lahir sebagai manusia
Cinta kasih sejati telah terbukti
Dia datang membawa harapan baru
Yesus Kau hadiah terindah



Christmas is about Christ...this isn't Santa-mas, or shopping-mas...this is Christ-mas...and Christ-mas is not Christ-mas unless or until we receive the message of Bethlehem...that God gets us...and God saves us...
Every Day a Christmas, Every Heart a Manger 

0 Responses