Surabaya, i'm in love

"Apa yang kamu suka dari kota Surabaya, nda?"

Pertanyaan ini ditanyakan oleh seorang teman di Surabaya setelah saya pulang kembali ke Jakarta..

Bisa dibilang, liburan 4 hari di Surabaya akhir tahun 2014 kemarin mampu membuat saya berpikir banyak dan me-refresh perasaan saya...hanya 4 hari dan saya bisa merasakan suasana yang berbeda pada diri saya...hahaha..

Saya pernah menulis di FB mengenai Jakarta vs Surabaya...here's the link : https://www.facebook.com/notes/enda-khristiana-ivena/jakarta-vs-surabaya/430813978482
Waktu itu, saya mencoba memikirkan, bagaimana ya seandainya saya dulu tidak pindah ke Jakarta dan tetap di Surabaya...apa ya yang akan terjadi...
Tapi sekarang saya tidak akan menulis tentang itu lagi...
4 tahun sejak terakhir saya kesana yaitu tahun 2010, dan sekarang ketika saya kembali pada tahun 2014, saya mencoba memikirkan pertanyaan teman saya diatas...

Apa yang kamu suka dari kota Surabaya?

Saya selalu tidak bisa menjelaskan perasaan "homey" ketika saya datang ke Surabaya...saya nggak tahu harus menyebut perasaan itu apa...hehehe...perasaan seperti datang ke rumah sendiri...saya tidak bisa mendefinisikannya...selalu ada perasaan nyaman ketika kembali ke kota tersebut..
Lingkungannya...bahasanya...tempat-tempat yang familiar bagi saya sejak kecil...jalanan-jalanan yang tidak berubah...dan teman-teman gereja saat kecil yang sekarang sudah dewasa..
Sekilas, mungkin ga ada bedanya ya sama orang yang kecilnya lahir di Jakarta juga...memiliki ikatan emosi tertentu pada masa kecilnya...
Entah saya lebay atau apa...hahaha...tapi Surabaya bagi saya itu special..
Apa specialnya? 

Saat mendapat pertanyaan itu, saya tidak bisa menjawab...saya hanya berkata, "hawanya beda"..hahaha..abstrak.. :)
Namun, diam-diam saya coba memikirkan...iya ya...apa ya yang saya suka dari Surabaya..
Saat memikirkan hal tersebut, saya menemukan 1 kata yang akhirnya dapat menjelaskan...

SIMPLICITY

Yup...simplicity...
Hal yang ga bisa saya dapatkan di Jakarta...kota yang selalu berlari, kota yang selalu bergerak cepat, kota yang membuat manusia didalamnya sulit sekali merasakan ketenangan, kota yang selalu menawarkan prestasi, sukses, glamor, pamor, dan manusia diajak untuk berlomba-lomba menuju kearah sana, kota yang tidak pernah tidur..

Saat 4 hari saya berada di Surabaya, saya bertemu dengan banyak orang baru..
Orang-orang ini membuat saya merasa di welcome, membuat saya merasakan apa yang disebut dengan kehangatan, membuat saya merasakan bahwa saya menjadi bagian dalam kehidupan mereka...membuat saya belajar apa yang disebut dengan ketulusan dan kesederhanaan...membuat saya melihat dan merasakan unconditional love...
Saya nggak pernah lupa bagaimana rasanya...

Bertemu dengan seseorang yang tinggal sendiri di kos karena papa mamanya sudah tidak ada..kos yang sangat sederhana...ia sedang mencari pekerjaan...namun saya bisa melihat senyum tulus keluar dari hatinya...saya bisa merasakan kebaikannya yang menemani saya dan kakak saya mengurus beberapa keperluan...tanpa pamrih...sangat sederhana...tidak perhitungan...

Bertemu dengan 1 keluarga yang menjaga kakak saya ketika ia kuliah disana..keluarga yang hangat, sederhana, dan saya bisa merasakan kasih disana...seorang ibu yang sangat tegar karena ditinggal oleh anak kesayangannya tanpa kabar...seorang ibu yang berperan sebagai seorang ibu..memasak, membuat kami senyaman mungkin untuk merasakan bahwa itu juga rumah kami...kami ngobrol, main dengan anjing baru, tertawa bersama...dan saya merasakan bahwa kebahagiaan ini ditemui lewat hal-hal sederhana...hati saya bahagia melihat dan merasakan semua itu...

Bertemu dengan 1 keluarga yang tidak membeda-bedakan suku...bertemu dengan seorang ibu yang sangat perhatian...sangat lembut...di usianya yang mungkin sudah hampir kepala 5, namun ia masih rajin...bertemu dengan anaknya yang humble, baik serta pasangannya yang care, simple, membuat saya kembali merasakan kehangatan...

Bertemu dengan teman-teman, yang menertawakan hal-hal kecil...yang meluangkan waktu untuk menghabiskan hari bersama saya dan kakak saya ditengah jadwal mereka...yang membuat segala sesuatu tidak complicated, sangat sederhana, fleksible...dan membuat saya belajar bahwa hidup saya selama ini hanya berlari sehingga tidak pernah menikmati hal-hal kecil, hal-hal sederhana yang dapat membuat saya bahagia..

Saya bertemu dengan orang-orang baik..dan ketulusan serta kesederhanaan mereka membuat saya banyak melihat kepada diri saya dan hidup saya di Jakarta...180 derajat berbeda..

Hidup dalam kota yang terus bergerak cepat, menyisakan sedikit sekali waktu bagi saya untuk berdiam diri...memikirkan ulang jalan apa yang sedang saya tempuh...saya hanya terus berlari dan berlari, entah sudah seberapa jauh saya berlari hanya untuk sebuah pembuktian diri...bahwa saya mampu...dan berbagai perasaan negatif, terus saya pupuk bertahun-tahun sehingga jiwa saya restless, jiwa saya kosong...

Dan saya merasakan hidup kembali ketika datang ke kota Surabaya...saya melihat hidup dari kacamata yang berbeda ketika saya datang ke Surabaya...saya banyak belajar dari kota ini...dari orang-orang baik yang saya temui di kota ini..

Saya bersyukur Tuhan mengijinkan saya datang kembali ke kota ini setelah 4 tahun berlalu...saya sangat bersyukur bisa merasakan perasaan ini kembali...perasaan yang sulit sekali dijelaskan dengan kata-kata...dan terlebih lagi, saya bersyukur karena Tuhan kembali mengajarkan saya melalui hal-hal sederhana di kota ini..

"When i was young, happiness was simple..now that i've grown up, simplicity is happiness" :)

0 Responses