Bittersweet

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, nothing is coincidence, right? =)
Ga ada sesuatu yang kebetulan..mau itu hal positif atau hal negatif...termasuk kita lahir dan tumbuh dalam keluarga seperti apa, saya percaya itu juga bukan suatu kebetulan..
Kita tidak bisa memilih kita akan lahir dengan orangtua seperti apa, lahir dimana atau memiliki keluarga seperti apa...pilihan itu hanya bisa muncul setelah kita tau faktanya...kita melihat, kita merasakan, kita berpikir, dan ketika itu tidak sesuai dengan apa yang kita mau, itu pilihan kita mau menyikapinya seperti apa...

Faktanya, saya tumbuh dan besar dalam keluarga yang rentan dengan pertengkaran...di usia remaja, usia dimana seseorang masih labil, masih mencari jati diri (Who am i? Where am i going? Who am i to become?), kurang lebih 9 tahun, saya menghadapi masa-masa sulit dalam keluarga...mungkin dulu waktu remaja, ketika saya disuruh menggambarkan rumah seperti apa, saya akan menjawab bahwa rumah itu seperti neraka...yes, that's true, that's how i feel...setiap hari hanya mengulang hari yang sama, mendengar bunyi suara yang sama, tidur dengan perasaan yang sama dan buka mata dengan perasaan yang sama...

Saya belum memiliki pengalaman menghadapi pertengkaran saat itu...masih remaja boo...masa remaja dimana seharusnya menjadi masa yang menyenangkan, masa yang haha hihi,.namun menjadi masa yang cukup sulit buat saya, menuntut saya menjadi dewasa dan tegar sebelum waktunya...saya sampai berpikir, kenapa harus begini? Saya masih memiliki keterbatasan karena memang masih dalam tahap mencari identitas diri...akibatnya saya tidak mampu menahan gempuran pertengkaran yang terjadi..dan itu sangat mempengaruhi diri saya..
Seberapa buruk..? Buruk sekali...

1. Saya tidak memiliki ketentraman di dalam rumah, dan saya hidup dalam ketakutan dan ketegangan
2. Susah beradaptasi, sukar membangun hubungan dengan orang lain dilandasi rasa percaya seadanya
3. Memiliki masalah dalam pengendalian emosi, mudah bereaksi karena dalam hati sudah tergenang perasaan tegang akibat situasi di rumah
4. Cenderung sulit menghadapi stress. Ada 2 kemungkinan dalam hal ini, seseorang menjadi anak yang reaktif atau dia menjadi anak yang mudah patah, tidak ada semangat hidup. In my case, saya menjadi anak yang reaktif...beruntunglah saya masih punya semangat hidup...hahahaha...

Coba bayangin yaa....kita punya teman orang pemarah, galak, dibaikin malah dijutekin, tegang, tertutup dan keras kepala...siapa yang mau temenan sama tu orang?
........................ *ziiinnng...hening...*

Hahahaha...saya juga kalau punya temen kayak gitu, ga mau temenan sama tu orang...saya memilih untuk menjaga jarak.. =D Tapiiiiiii......sayangnya orang itu adalah diri saya sendiri...jadi mau ga mau saya harus bertemen sama dia.. =) hehehee...
Saya tau saya orang yang seperti itu ketika di gereja beberapa kali bermain plus and minus. Jadi ada 1 kertas tertera nama kita masing-masing di atasnya dan kertas tersebut berisikan plus dan minus. Lalu kertas itu beredar, jadi orang lain akan menulis apapun pendapat tentang kita baik itu positif maupun negatif...Dari situ, saya tau saya orang yang cuek, straight forward, dsb.. =) Bahkan sampai saya belajar Psikologi pun, dimana saya tau mengapa saya begini dan begitu, namun apa yang sudah melekat pada diri saya akibat pertengkaran tersebut sulit dihilangkan..

Bersyukur ada Satu Pribadi yang tau beneerr apa yang terbaik buat saya... =) yes, that's Him...my best Friend in this world...Saya selalu cerita masalah saya ke Dia...di kamar, di sekolah, di bus way, pas jalan kaki pagi-pagi, saya selalu bercakap-cakap sama Dia... *btw, saya bukannya kuper, ga punya temen atau apa yaa waktu itu, hahahaha...tapi seperti akibat yang saya tulis diatas, poin nomer 2, saya kurang percaya sama orang...Jadi teman terbaik saya adalah Dia...karena Dia selalu ada dan memberi saya kelegaan. ^^ Dia terus memproses saya, membentuk saya, memperbaiki sisi-sisi jelek saya, dan saya pun membiarkan Roh Kudus bekerja dalam diri saya...Saya juga diberi sahabat-sahabat dalan Tuhan yang terus ada, terus membantu, menopang saya dalam doa dam tidak pernah lelah dengan saya..dan itu membuat saya kehilangan kata-kata untuk mendeskripsikan betapa baiknya Tuhan sama saya...

Seperti yang Paulus katakan : "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17)

Yup...itu kuncinya! =) Ketika saya menyerahkan hidup saya kepada Tuhan dan membiarkan Roh Kudus bekerja, saya diberi kesempatan untuk memperbaharui hidup saya...walaupun saya memiliki masalah dan hidup dalam situasi tersebut, tapi di dalam Tuhan, saya tidak lagi bergumul sendirian...Saya ditemani oleh Tuhan yang membantu saya agar bisa melepaskan sedikit demi sedikit apa yang menjadi sisi negatif saya...Saya sudah memiliki ketentraman dalam rumah, saya sudah tidak reaktif, saya tidak kesulitan lagi untuk beradaptasi... =) yaaahh...walaupun ada beberapa sisi yang masih belum hilang juga, namun saya masih berusaha memperbaikinya...bersama Tuhan tentunya... *ini terkait dengan kelahiran baru, pertobahan, dan perubahan hidup yang akan saya bahas dalam blog saya selanjutnya.. =)

Pilihan itu hanya bisa muncul setelah kita tau faktanya. Faktanya, saya hidup dalam keadaan yang menekan selama masa remaja. Saya bisa lari, saya bisa kabur ke hal-hal yang negatif, saya bisa memberontak dan hidup sesuai dengan apa yang saya mau. Namun pilihan saya adalah menyerahkan semuanya itu kepada Tuhan dan membiarkan Dia bekerja melalui diri saya...hasilnya? luaaarrr biasaa...!!
So...apa pilihanmu ketika mendapat fakta yang tidak sesuai dengan gambaranmu..? =)

Doakan...dan gumulkan itu bersama Tuhan...

-Sometimes life is bittersweet, but it's all good. Why? Because the bitter helps you to appreciate the sweet-

0 Responses