Stop...ask...and obey

Kira-kira akhir bulan Januari, saya membeli buku yang berjudul "Dug Down Deep"..buku ini saya beli karena saya suka sama pengarangnya..Joshua Harris.. =)
Yang suka baca buku pasti tau buku larisnya doi : "I Kissed Dating Goodbye" dan "Boys Meet Girl ". hehehe...tapi buku yang saya beli nggak ngomongin soal relationship...pertanyaan dasar dari buku ini  adalah "Anda akan membangun hidup anda diatas dasar apa?"

Saya sendiri belum selesai baca buku ini...jadi belum tau gambaran utuh tentang buku ini seperti apa.. *tepatnya saya baru baca 7 bab...hahahaha... ^^ tapi baguuss kok.... #tetep promosi... =p
Bicara tentang buku ini, ada satu bagian tulisan dia yang membuat saya berpikir dan melihat ke diri saya sendiri dan sekitar saya...Saya copy paste aja yaaa disini :
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Raja Yosia hidup sezaman dengan nabi Yeremia. Di zaman raja Yosia, umat telah kehilangan Firman Allah dan kemudian segera melupakan seperti apa Allah yang sejati. Mereka kehilangan hasrat akan Firman-Nya. Akhirnya mereka mulai meminjam ide tentang Allah dari budaya-budaya kafir dan ilah-ilah buatan mereka itu membiarkan mereka hidup sesuka hati mereka.

Yang mengejutkan dari kisah Yosia ini adalah, ditengah segala distorsi dan korupsi tersebut, ia memilih untuk mencari dan menaati Allah.
Generasinya berlalu melewati dirinya, membanjiri jalan-jalan mudah dari agama buatan manusia, ketidakadilan dan imoralitas.
Mereka tidak berhenti untuk mencari jalan yang berbeda...
Mereka tidak berdiam sejenak untuk mempertimbangkan ke mana muara jalan mudah itu...
Mereka tidak bertanya apakah masih ada jalan lain yang lebih baik...

Tapi Yosia berhenti. Ia berdiri di persimpangan jalan dan ia memperhatikan. Lalu ia meminta sesuatu yang telah diabaikan sebuah generasi, bahkan dilupakan sepenuhnya. Ia meminta jalan-jalan yang dahulu kala itu...
--------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya hanya mengutip beberapa cuplikan kalimat diatas. Itu tidak sepenuhnya lengkap, ada yang dijelaskan lebih lanjut lagi...tapi kalo saya tulis semua nanti kepanjangan...hehehe...jadiii..kalo mau lebih detail, silakan beli bukunya...hahahaa... *tetep...

Balik lagi...saya mau bertanya, apa yang terlintas dibenak temen-temen ketika baca kutipan tulisan diatas?

Jujur, pertama kali yang terlintas dibenak saya ketika baca bagian tersebut, saya melihat kepada generasi sekarang yang ternyata bisa dibilang mirip dengan generasi pada zaman tersebut dan saya melihat kepada diri saya sendiri..

Kalo mau dipikir2, dijaman sekarang ini, bahkan kita seringkali tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah..semuanya tampak blur..terkadang kita juga malas untuk mencari tau kebenaran dan mengikuti apa saja yang ada..let it flow...yang penting aman...orang mulai menyenangi berbagai kebohongan yang mereka percayai tentang Allah...bahkan gereja-gereja berlomba untuk menjadi yang pertama, menonjol, menarik umat sebanyak-banyaknya, mendirikan gedung-gedung mewah, cabang dimana2 dan melupakan intinya...mereka kehilangan kemampuan untuk mengenali suara-Nya...dan semua berujung pada "saya-ologi" (meminjam istilah Joshua Harris)...saya...saya...dan saya...yang menyamar sebagai teologi...

Begitu juga dengan imoralitas dan ketidakadilan...orang sudah tidak lagi peduli terhadap sesama...hidup sesukanya yang menyebabkan orang lain menjadi korban...yang kaya menginjak-injak yang miskin...korupsi..saling tikam menikam untuk mendapatkan uang...hukum tidak ditegakkan dengan adil...orang berganti agama dengan sesukanya...kawin cerai...ga peduli anak seperti apa...jujur, saya bosan dan begah melihat berita-berita di tv dan juga berita infotaiment...isinya semuanya menunjukkan betapa bobrok dan kacaunya keadaan sekarang...yang biasanya kita lakukan hanya geleng-geleng kepala atau mengejek, menyalahkan dan membicarakan kasus-kasus yang ada...tapi dibalik itu semua, sudahkah kita bercermin kepada diri kita sendiri?

Ditengah-tengah jaman yang kacau, apakah kita sudah seperti raja Yosia?
berhenti untuk mencari jalan yang berbeda..berdiam sejenak untuk mempertimbangkan ke mana muara jalan mudah yang mungkin sedang kita jalani..bertanya apakah masih ada jalan lain yang lebih baik...

Saya sudah cukup lama menggumuli masalah panggilan hidup...apa yang Tuhan ingin saya perbuat lewat hidup saya? tidak bisa dibilang perfect, tetapi saya berusaha mencari...akhir tahun lalu saya melepaskan semua pekerjaan yang saya punya...dengan yakin saya bilang mau lanjut sekolah mendalami suatu bidang...awalnya pun saya ga tau mau ngambil dimana...bidang ini sudah saya gumulkan sejak saya awal2 masih bekerja..saya terus berdoa dan beberapa kali saya merasa Tuhan mengarahkan saya kesana...akhirnya saya mendaftar ditempat yang sama sekali tidak pernah saya pikirkan...bahkan ga pernah masuk dalam list saya...kepikiran aja nggak...hahaha...sampai saat tes, saya hanya berdoa apapun hasilnya, Tuhan tau yang terbaik buat saya...dan jika ini memang kehendak Tuhan dan yang Tuhan inginkan, biar Tuhan yang mau tunjukkan jalannya...setelah melewati berbagai macam tes dan wawancara, akhirnya saya diterima...walaupun tidak semudah yang dibayangkan, namun saya mau belajar taat sama Tuhan...

Saya nggak lagi mau menekankan kepada diri saya...intinya bukan itu... =)
tapi kembali lagi, ditengah-tengah dunia yang semakin merampas waktu kita, semakin membutakan kita mana yang benar dan salah, semakin banyak menawarkan jalan-jalan yang mudah untuk hidup, apakah kita sudah benar-benar meminta jalan-jalan yang dahulu kala itu, sepeti Yosia mencari?
Rela berhenti sejenak, rela berdiam diri sejenak dan bertanya didalam doa...

Apa sih jalan-jalan yang dahulu kala itu? berjalan di jalan tersebut berarti berhubungan dengan Allah sebagaimana yang Ia kehendaki...kuncinya hanya 2, seperti yang Raja Yosia lakukan : mencari dan menaati Allah.

Ga melulu hanya soal panggilan...dimanapun kita, siapa pun kita, Tuhan ingin memanggil kita, mengundang kita untuk kembali ke kebenaran sejati itu...kebenaran yang hanya bisa didapat melalui hubungan pribadi dengan Tuhan, membaca Firman-Nya dan mendengar suara-Nya...

Ketika kita ada dipersimpangan jalan, ketika kita hidup dijaman seperti ini, ketika kita memperhatikannya, mintalah sesuatu yang diabaikan sebuah generasi, tanyakanlah jalan-jalan yang Tuhan mau kita untuk tempuh...mintalah hikmat-Nya untuk dapat terus berjalan dijalan-Nya...berdoalah...belajarlah untuk peka terhadap suara-Nya dan taatilah... =)

"Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan."  (Yeremia 6 : 16)

0 Responses